Zona Mahasiswa - Buat kamu yang bercita-cita pakai jaket almamater berlogo Ganesha, mending pasang mata dan telinga baik-baik. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara, baru saja meruntuhkan ekspektasi santai para pejuang PTN dengan sebuah realita pahit: Masuk ITB itu susahnya minta ampun!
Dalam acara Open House Pendidikan ITB 2025, sang Rektor membeberkan fakta bahwa persaingan masuk kampus teknik tertua di Indonesia ini butuh lebih dari sekadar pintar. Kamu butuh mental baja dan pengorbanan ekstra. Yuk, kita bedah seberapa "berdarah-darah" perjuangan menuju ITB!
Kapasitas Terbatas: 5.000 Kursi untuk Seluruh Indonesia
Jangan bayangkan ITB seperti kampus raksasa yang bisa menampung lautan mahasiswa. Tatacipta menegaskan bahwa kapasitas ITB sangat terbatas. Dari jutaan lulusan SMA/SMK se-Indonesia yang mendaftar lewat jalur SNBP, SNBT, hingga Mandiri, ITB hanya menerima sekitar 5.000 mahasiswa per tahun.
Baca juga: Mahasiswa Untirta Kepergok Rekam Dosen di Toilet, Isi Galeri HP-nya Mengejutkan!
Artinya? Langkah pertamamu saja sudah mengharuskanmu menyenggol mundur puluhan hingga ratusan ribu pesaing.
STEI Komputasi: Tempat Berkumpulnya "Orang Aneh"
Ada satu statement menarik dari sang Rektor. Untuk program studi unggulan seperti Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Komputasi, standarnya bukan lagi sekadar pintar, tapi level "istimewa".
"Yang bisa diterima di STEI komputasi adalah setengah persen (0,5%) terbaik dari lulusan SMA se-Indonesia. Jadi yang 99,5 persen akan tersingkir. Betul-betul orang-orang 'aneh' semua," tegasnya.
Jadi, kalau nilai try out atau rapotmu masih pas-pasan, siap-siap saja tergilas oleh 99,5% siswa lain yang ambisnya mungkin jauh di atasmu.
"Kurangi Main TikTok, Buka Bukumu!"
Ini bagian yang paling menohok. Sebagai Gen Z yang mungkin sehari bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling FYP TikTok atau Instagram, Rektor ITB memberikan wejangan yang sangat rasional. Tidak ada kesuksesan yang dibangun dari sekadar rebahan sambil scrolling meme.
"Kurangi main TikTok dan Instagram. Buka buku yang betul, ya. Silakan berlelah-lelah dari sekarang supaya jangan menyesal kemudian."
Bukan Cuma Susah Masuk, Keluarnya Lebih Susah!
Kalau kamu pikir lolos seleksi ITB adalah akhir dari penderitaan, kamu salah besar. Tatacipta memberi spoiler bahwa perjalanan di dalam kampus justru akan jauh lebih berat. Tapi di situlah proses pembentukannya. Mahasiswa akan digembleng habis-habisan agar berubah dari remaja yang suka main, menjadi individu dewasa yang siap memberi solusi nyata untuk masyarakat.
Pesan untuk Pejuang PTN: Statement Pak Rektor bukan untuk mematahkan semangatmu, melainkan untuk menyadarkanmu bahwa mimpi yang besar menuntut harga yang pantas dibayar. Kalau targetmu ITB, buktikan kalau kamu pantas duduk di sana!
Komentar
0

