Zona Mahasiswa - Sobat Zona, masih ingat dengan kasus penyekapan dan penyiksaan sadis selama 3 tahun yang menimpa seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki (YTR)? Setelah buron dan bikin netizen se-Indonesia naik pitam hingga Gubernur Jabar bikin sayembara Rp250 Juta, pelakunya, Taufik Hidayat (30), akhirnya resmi ditangkap!
Namun, di tengah proses penyidikan ini, muncul fakta mengejutkan dari masa lalu pelaku. Mantan atasan Taufik, Dadang Ahyar Ismail, membongkar curhatan dan alibi-alibi playing victim yang sering dilontarkan Taufik soal hubungannya dengan korban. Mari kita bedah akal bulus sang manipulator ini!
Baca juga: Jangan Buka SPSS Kalau Belum Paham Istilah Ini! Ini Kamus Dasar Olah Data Buat Pejuang Skripsi
Ngarang Cerita ke Bos: "Dia yang Minta Ngontrak Bareng"
Dadang Ahyar Ismail menceritakan bahwa Taufik pernah bekerja bersamanya pada periode 2023 di Baleendah hingga 2024 di Pacet. Selama bekerja, Taufik sering banget curhat soal perempuan yang diduga kuat adalah YTR (yang saat itu bekerja di Kota Bandung).
Taufik bercerita bahwa hubungannya sempat diwarnai konflik karena ia cemburu buta setelah menuduh korban berhubungan dengan laki-laki lain. Anehnya, setelah drama cemburu itu, Taufik mengklaim bahwa justru korbanlah yang memohon untuk tinggal serumah (ngontrak bareng).
"Kata pengakuan Taufik Hidayat, yang minta ngontrak bareng itu perempuannya. Bahkan saking ingin bersama dengan Taufik, perempuan itu sampai pasang tato. Katanya di tangan dan bahkan di dada," ungkap Dadang.
Alibi Mata Minus untuk Tutupi Kebutaan Korban?
Salah satu luka paling parah yang dialami YTR akibat penyiksaan Taufik adalah hilangnya kemampuan melihat secara normal. Namun, jauh sebelum kejahatannya terbongkar, Taufik ternyata sudah membangun framing licik ke orang-orang sekitarnya.
Kepada Dadang, Taufik bercerita bahwa alasan korban berhenti bekerja dan hanya diam di kontrakan adalah karena minus matanya yang sangat tinggi, bukan karena disekap atau disiksa! Ia bahkan memposisikan dirinya sebagai "pahlawan" yang menjadi tulang punggung satu-satunya pencari nafkah selama mereka ngontrak berdua.
Klaim Nikah Siri Modal Rp300 Ribu
Bukan cuma soal tato dan mata minus, Taufik juga sempat sesumbar ke rekan kerjanya bahwa ia dan korban sudah resmi menikah siri.
"Kata dia sudah menikah siri bayar Rp300 ribu. Tapi katanya surat-surat atau dokumen nikah sirinya itu ada di Garut," tutur Dadang.
Tentu saja, Dadang menegaskan bahwa ia tidak pernah melihat bukti apa pun dan semua itu murni hanya klaim sepihak dari mulut Taufik Hidayat.
AKHIR PELARIAN: Taufik Hidayat Resmi Diringkus!
Sepintar-pintarnya tupai melompat, akhirnya jatuh ke tangan aparat juga. Pelarian Taufik Hidayat yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jawa Barat akhirnya tamat.
Pelaku ditangkap pada Selasa, 23 Juni 2026 di sebuah rumah yang berlokasi di kawasan Komplek Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Saat ini, penyidik kepolisian tengah mendalami seluruh rangkaian kejahatan sadis yang dilakukan Taufik untuk memastikan ia mendapat hukuman seberat-beratnya.
Baca juga: Jangan sampai Ketuker! Kosakata Unik Ini Ada di Judul Penelitian Kuantitatif & Kualitatif
Komentar
0

