Berita

Nggak Habis-habis! Modus Curang Peserta dan Joki yang Terjadi saat UTBK

Muhammad Fatich Nur Fadli 23 April 2026 | 13:09:18

Zona MahasiswaSobat Zona, rasanya pengen tepuk jidat pakai keyboard nggak sih? Di saat ratusan ribu pejuang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) rela kurang tidur, bimbel sampai tipes, dan nangis-nangis ngerjain try out, eh ternyata masih ada aja oknum jalur "curang" yang mencoba membobol sistem UTBK-SNBT 2026.

Pelaksanaan UTBK hari pertama pada Selasa (21/4/2026) kemarin langsung diwarnai drama penggerebekan massal. Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, merilis temuan yang bikin mindblowing. Dari alat bantu dengar ala James Bond yang ditanam di kuping, sampai pemalsuan identitas super niat. Parahnya, sindikat ini juga menjebol sistem di kampus kebanggaan Bhumi Arema, Universitas Negeri Malang (UM)! Yuk, kita bedah kelakuan minus para peserta curang ini.

Baca juga: Tragis! Kisah Mahasiswa ITB yang Meninggal Dunia Gegara Begadang 7 Hari 7 Malam Demi Selesaikan Skripsi

Joki Berkedok Cosplay di UM: Palsukan KTP Sampai NISN!

Kasus perjokian di UM benar-benar bikin geleng-geleng kepala karena saking niatnya. Bayangkan, sang joki sampai rela memalsukan Kartu Pelajar, KTP, hingga Kartu Peserta UTBK!

Fotonya diganti dengan wajah si joki, tapi nama, nomor ujian, dan NISN-nya tetap menggunakan data peserta asli. Pantas saja pengawas ruangan sempat terkecoh, karena secara fisik dokumen tersebut terlihat "sinkron" dengan wajah orang yang datang.

"Coba bayangkan ini data peserta dan kartu peserta itu fotonya yang bertukar. Kemudian identitas ternyata juga dipalsukan... tidak mungkin saat itu pengawas dalam waktu 30 menit, 20 peserta dalam ruangan, itu diinvestigasi satu-satu," ujar Rizky Firmansyah, Kasubdit Seleksi UM, Rabu (22/4/2026).

Aksi licik ini akhirnya terbongkar berkat kejelian panitia pusat yang menemukan anomali data. Direktur Pendidikan UM, Prof. Evi Eliyanah, menyebut pihak kampus langsung mencocokkan data pusat dengan rekaman CCTV ruangan dan foto yang diambil pengawas dari depan. Sayangnya, saat tim investigasi turun ke lokasi, joki tersebut sudah keburu "hilang" meninggalkan lokasi tes.

Modus 'James Bond' di Undip & Unsulbar: Tanam Earpiece di Telinga

Kalau di Malang mainnya dokumen palsu, di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), modusnya lebih ke arah hi-tech.

Panitia menemukan peserta yang menanamkan alat bantu dengar (earpiece super kecil) jauh di dalam lubang telinganya untuk menerima jawaban dari luar! Aksi ini gagal total karena mental detector kampus berbunyi saat screening.

Saking dalamnya alat itu ditanam, Eduart Wolok sampai menyatakan bahwa peserta curang tersebut harus dibawa ke dokter spesialis THT untuk bisa melepasnya! Setelah ketahuan, peserta di Undip itu langsung diserahkan ke Polsek Tembalang.

Di Unsulbar, panitia juga menyita handphone jadul dan headset yang disembunyikan peserta, menguatkan dugaan bahwa ini adalah operasi sindikat joki terorganisir yang mendiktekan jawaban dari luar ruangan.

Sanksi Harga Mati: Blacklist Seumur Hidup!

Buat kalian yang mungkin sempat tergiur mau pakai jasa joki, mending kubur dalam-dalam niat itu. Sejak awal, tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) SNPMB sudah memetakan 2.940 data anomali peserta. Sistem pendeteksi mereka sekarang jauh lebih canggih.

Sanksi bagi yang nekat curang nggak main-main:

  1. Pengguguran Peserta: Nilai otomatis hangus.
  2. Pencoretan dari Sistem: Di-blacklist dari seleksi nasional maupun seleksi mandiri PTN di seluruh Indonesia.
  3. Sanksi Pidana: Diserahkan ke kepolisian atas tuduhan pemalsuan dokumen dan penipuan.

Kurang Cerdas Boleh, Kurang Ajar Jangan!

Sobat Zona, UTBK itu bukan cuma soal mengukur kapasitas otak, tapi juga menguji integritas dan kejujuran. Diterima di PTN favorit lewat hasil keringat sendiri itu pride-nya beda banget dibandingkan masuk lewat jalur joki yang ujung-ujungnya pasti ketahuan juga (dan bikin malu keluarga tujuh turunan).

Tetap fokus, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jangan pedulikan kecurangan orang lain. Biarkan panitia dan polisi yang mengurus para parasit pendidikan tersebut. Semangat buat kalian yang masih harus berjuang sampai 30 April nanti!

 

Baca juga: Viral! Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unpad, Korban Mahasiswa Asing: Diminta Foto Pakai Bikini

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150