Berita

Lolos UGM Tanpa Biaya Kuliah: Gadis Ini Belajar dari Jam 3 Pagi Tanpa Bimbel & Diantar Sang Ayah ke Perpus Setiap Hari

Muhammad Fatich Nur Fadli 27 Juni 2026 | 17:27:08

Zona MahasiswaSobat Zona, siapa bilang buat bisa tembus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu wajib ikut bimbel mahal yang harganya sampai belasan juta? Kalau kalian masih mikir gitu, kalian wajib banget kenalan sama Anisa Nurmalitasari (18) alias Nurma.

Di tengah ramainya keluhan soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang makin mencekik, gadis asal kawasan Notoyudan, Kota Yogyakarta ini justru berhasil "meretas" sistem. Ia sukses menembus Program Studi Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM lewat jalur SNBP dengan UKT 0 Rupiah alias GRATIS 100%!

 

Baca juga: Jangan Buka SPSS Kalau Belum Paham Istilah Ini! Ini Kamus Dasar Olah Data Buat Pejuang Skripsi

Gimana cara anak seorang penjual camilan kacang ini mengalahkan ribuan pesaing tanpa bimbel? Mari kita bedah masterclass perjuangannya!

Rutinitas 'Gila': Bangun Jam 3 Pagi & Ngedekem di Perpus

Bersekolah di SMA Negeri 1 Yogyakarta (Teladan) yang terkenal berisi anak-anak ambis, Nurma sadar betul ia harus extra effort buat mengimbangi teman-temannya yang rata-rata difasilitasi les privat.

Strategi andalannya? Konsistensi tingkat dewa. Nurma memulai hari sejak pukul 03.00 WIB pagi untuk belajar sebelum berangkat ke sekolah. Karena kondisi lingkungan rumahnya kurang kondusif untuk konsentrasi, ia memilih perpustakaan sebagai "medan tempur" keduanya sepulang sekolah.

Hebatnya, ia sering belajar di perpustakaan UGM hingga pukul 23.00 WIB. Dan di balik dedikasi itu, ada sosok ayah yang tak pernah lelah mengantar-jemputnya menembus dinginnya malam Yogyakarta.

"Tidak jarang Ayah kerap mengantar ke perpustakaan (UGM) untuk belajar hingga malam," kenang Nurma.

Selain ambis di akademik, Nurma juga menolak jadi mahasiswa kupu-kupu sejak SMA. Ia tetap aktif mengasah leadership sebagai Ketua Sie Literasi, Wakil Ketua Departemen Masjid Rohis Al-Uswah, dan anggota All Nation Teenagers.

Nekat Bawa Satu Pilihan & Tangis Haru Keluarga

Banyak siswa SNBP yang main aman dengan menaruh dua pilihan jurusan. Tapi Nurma beda, ia sangat yakin dengan targetnya. Setelah diskusi matang dengan orang tua dan guru BK, ia hanya mencantumkan satu pilihan tunggal di pendaftaran SNBP: Gizi Kesehatan UGM.

Alasannya sangat filosofis namun realistis. Ia melihat makanan dan kesehatan adalah dua hal absolut yang tidak bisa dipisahkan dari kelangsungan hidup manusia.

Saat hari pengumuman tiba, suasana rumahnya dipenuhi ketegangan.

"Saya merem tidak berani melihat laptopnya. Akhirnya yang membuka keluarga, terus teriak, baru saya ikut senang. Alhamdulillah senang banget dan tidak menyangka juga," ceritanya sambil berkaca-kaca.

Support System Juara: Doa Sang Bakul Kacang

Di balik kesuksesan Nurma, ada support system keluarga yang luar biasa gigih. Sang ayah, Agus Nurhadi, adalah seorang wiraswasta yang memproduksi camilan kacang. Setiap pagi dan sore, beliau berkeliling menitipkan dagangannya ke puluhan angkringan di sekitar rumah.

Agus mengaku sempat overthinking memikirkan bagaimana cara membayar biaya UKT UGM jika putrinya lolos. Pendapatannya yang tak menentu membuatnya pasrah. Namun, kelolosan Nurma dengan beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100?ri UGM menjawab semua doa dan keraguannya.

"Ini benar-benar bagi saya sangat bersyukur dan luar biasa. Apresiasi dari UGM untuk memberikan kesempatan pada anak saya melanjutkan studi," ucap Agus penuh haru.

Sang ibu, Sri Damaryati, yang selalu jadi garda terdepan penguat mental Nurma, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk bersaing. Begitu juga sang kakak yang selalu siap memotivasi dan membantu saat Nurma kesulitan mencerna materi pelajaran.

Jangan Menyerah pada Keadaan!

Sobat Zona, kisah Nurma menampar kemalasan kita semua. Saat masa tunggu perkuliahan pun, Nurma tidak santai-santai. Ia malah ikut pelatihan bahasa Inggris, ambil kerja freelance, dan berburu seminar sertifikasi di UGM.

Seperti pesan Nurma buat kalian para pejuang PTN: "Kalau misalnya kita sudah niat dan tujuannya di situ, kerja kerasnya juga harus dilebihkan lagi biar impian dan cita-cita itu bisa tercapai."

Bimbel mahal memang membantu, tapi konsistensi, doa orang tua, dan kerja keras di atas rata-rata adalah kunci yang bisa menembus jalur langit dan pintu universitas mana pun!

Baca juga: Jangan sampai Ketuker! Kosakata Unik Ini Ada di Judul Penelitian Kuantitatif & Kualitatif

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150