Berita

Bikin Bangga Indonesia, Ustaz Adi Hidayat Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Kampus Uzbekistan

Muhammad Fatich Nur Fadli 02 November 2026 | 18:30:46

Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Pendakwah sekaligus akademisi Indonesia, Ustaz Adi Hidayat (UAH), resmi menerima gelar Profesor Kehormatan atau Honorary Professor dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan.

Penganugerahan tersebut berlangsung pada Jumat (30/10/2026) di kampus TSUE, Tashkent, Uzbekistan.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Ustaz Adi Hidayat dalam bidang pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan, serta pembinaan generasi muda.

Menariknya, UAH mengaku tidak pernah menyangka akan menerima penghargaan akademik dari perguruan tinggi di luar negeri tersebut.

 

Baca juga: Keren! Tiga Mahasiswa ITB Kembangkan AI untuk Pilah Sampah, Jaga Kualitas Makanan, hingga Keselamatan Pekerja

Momen penganugerahan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan serta delegasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Diundang Langsung Kampus Uzbekistan untuk Terima Gelar Profesor

Kabar mengenai penghargaan tersebut pertama kali disampaikan Ustaz Adi Hidayat melalui akun Instagram pribadinya, @adihidayatofficial.

Dalam unggahannya, UAH membagikan informasi mengenai undangan dari Tashkent State University of Economics untuk menerima gelar Profesor Kehormatan.

Ia menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Uzbekistan dilakukan bersama rombongan Universitas Pendidikan Indonesia.

Delegasi tersebut terdiri atas Rektor UPI, Wakil Rektor, Dekan Sekolah Pascasarjana, sejumlah dosen, serta perwakilan Majelis Wali Amanat (MWA).

Penganugerahan itu juga menjadi bagian dari kunjungan akademik yang bertujuan memperkuat hubungan pendidikan antara perguruan tinggi Indonesia dan Uzbekistan.

Selain Ustaz Adi Hidayat, Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi turut menerima gelar Profesor Kehormatan dari universitas yang sama.

Dedikasi di Bidang Pendidikan Jadi Alasan Penganugerahan

Pemberian gelar Profesor Kehormatan kepada Ustaz Adi Hidayat bukan tanpa alasan.

Dalam surat undangan yang dibagikan UAH, pihak TSUE menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya dalam menyebarkan pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda.

Universitas tersebut juga menyoroti kontribusi UAH dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan menumbuhkan semangat menuntut ilmu.

Selain dikenal sebagai pendakwah, Ustaz Adi Hidayat juga aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam.

Ia merupakan pendiri Ma'had Islam Rafiah Akhyar (MIRA Institute) serta menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak TSUE, upaya UAH menghubungkan nilai-nilai keilmuan Islam dengan pendidikan modern menjadi salah satu pertimbangan pemberian penghargaan tersebut.

Pencalonan dirinya telah melalui pertimbangan pihak universitas sebelum akhirnya disetujui untuk menerima gelar kehormatan.

UAH Mengaku Tidak Menyangka Mendapat Penghargaan

Setelah menerima gelar tersebut, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar Tashkent State University of Economics.

Dalam sambutannya, ia mengaku penghargaan tersebut merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.

"Sejujurnya, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya," ungkap UAH.

Ia juga berharap penghargaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Uzbekistan.

Menurutnya, kerja sama dengan UPI dapat terus dilanjutkan sebagai bentuk pengabdian terhadap dunia pendidikan.

UAH menilai kontribusi dalam bidang pendidikan tidak harus dibatasi oleh wilayah atau negara tertentu.

Melalui kolaborasi antarlembaga, pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat memberikan manfaat bagi generasi muda di kedua negara.

Ternyata Sudah Jadi Dosen Tetap UPI sejak 2025

Sobat Zona, sebelum menerima penghargaan dari Uzbekistan, Ustaz Adi Hidayat ternyata telah memiliki peran akademik di perguruan tinggi Indonesia.

Pada 1 Agustus 2025, ia secara resmi diangkat menjadi dosen tetap Program Studi Linguistik di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Pengangkatan tersebut dilakukan melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) yang dipimpin langsung oleh Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi.

Dalam kesempatan itu, pihak UPI menyampaikan harapan agar kehadiran UAH dapat memperkuat pengembangan penelitian dan pendidikan, terutama dalam bidang linguistik.

Linguistik merupakan bidang ilmu yang mempelajari bahasa, termasuk struktur, makna, penggunaan, serta perkembangannya.

Selain aktif mengajar dan berdakwah, UAH juga telah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Kuliyyah Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya, pada Desember 2024.

Ia dilaporkan menyelesaikan pendidikan tersebut dengan predikat Summa Cum Laude, yaitu predikat kelulusan dengan kehormatan akademik tertinggi dalam sistem penilaian tertentu.

Perjalanan akademik tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan dan keilmuan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan Turut Hadir dan Berikan Selamat

Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Ustaz Adi Hidayat juga mendapat perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

Zulhas mengonfirmasi bahwa dirinya menghadiri langsung prosesi penghargaan di Uzbekistan.

Kehadirannya berlangsung di sela agenda kunjungan kerja bilateral pada 29–30 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas melakukan sejumlah pertemuan untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan, terutama di bidang ketahanan pangan, perdagangan, serta investasi.

Selain itu, kedua negara turut membahas peluang pengembangan ekonomi hijau dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Zulhas menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima Ustaz Adi Hidayat.

Menurutnya, penganugerahan tersebut menunjukkan adanya apresiasi internasional terhadap kontribusi pendidikan, dakwah, dan pemikiran tokoh Indonesia.

Ia berharap ilmu serta berbagai upaya yang dilakukan UAH dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

Apa Bedanya Profesor Kehormatan dengan Profesor Reguler?

Di tengah kabar tersebut, penting untuk memahami bahwa gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) memiliki makna yang berbeda dari jabatan profesor reguler.

Profesor Kehormatan merupakan bentuk penghargaan yang diberikan perguruan tinggi kepada seseorang berdasarkan kontribusi, pengabdian, atau pencapaian tertentu sesuai ketentuan lembaga pemberi gelar.

Sementara itu, profesor reguler di Indonesia merupakan jabatan akademik tertinggi bagi dosen yang diperoleh melalui proses penilaian dan persyaratan sesuai regulasi pendidikan tinggi.

Karena itu, gelar Profesor Kehormatan dari universitas luar negeri tidak otomatis berarti penerimanya telah diangkat sebagai guru besar reguler dalam sistem kepegawaian perguruan tinggi Indonesia.

Meski berbeda secara administratif, penghargaan tersebut tetap menjadi bentuk pengakuan dari institusi pendidikan yang menganugerahkannya.

Dalam kasus UAH, penghargaan diberikan oleh TSUE atas kontribusinya terhadap pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Berpeluang Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia dan Uzbekistan

Penganugerahan gelar kehormatan tersebut juga membuka peluang penguatan hubungan akademik antara UPI dan Tashkent State University of Economics.

Kedua perguruan tinggi berpeluang mengembangkan berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pertukaran pengetahuan, kunjungan akademik, hingga penelitian bersama.

Dalam rangkaian kunjungan ke Uzbekistan, delegasi Indonesia juga memiliki agenda menelusuri sejarah keilmuan Islam di kawasan Samarqand, termasuk kompleks yang berkaitan dengan Imam Al-Bukhari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan intelektual dan akademik antara kedua negara.

Namun, rencana kolaborasi tersebut tetap perlu dibedakan dari program yang sudah resmi dilaksanakan.

Keberhasilan kerja sama pendidikan nantinya dapat dilihat dari kegiatan akademik, penelitian, maupun pertukaran pengetahuan yang benar-benar terealisasi.

Penghargaan Internasional yang Jadi Inspirasi Pendidikan

Sobat Zona, pencapaian Ustaz Adi Hidayat menunjukkan bahwa kontribusi dalam dunia pendidikan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di ruang kelas.

Penyebaran pengetahuan, pembinaan generasi muda, penelitian, dan pengembangan kerja sama antarlembaga juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pendidikan.

Melalui penghargaan Profesor Kehormatan dari Tashkent State University of Economics, kiprah UAH dalam bidang pendidikan memperoleh apresiasi dari institusi akademik di Uzbekistan.

Bagi mahasiswa, kisah ini juga dapat menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan tidak cukup hanya dikumpulkan melalui gelar akademik, tetapi perlu dikembangkan dan dimanfaatkan bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan negara-negara di Asia Tengah.

Menurut kalian, Sobat Zona, seberapa penting kontribusi seorang akademisi di masyarakat dalam menentukan penghargaan dan pengakuan yang diterimanya?

 

Baca juga: Keren! Aktif Jadi Wakil Ketua BEM UI dan Ikut Demo, Fathimah Azzahra Lulus Sidang Skripsi Kedokteran dalam 3 Tahun

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150