Tips

Beda Novelty S1, S2, dan S3

Muhammad Fatich Nur Fadli 06 Maret 2026 | 17:46:39

Zona MahasiswaSalah satu momen paling horor saat ujian proposal atau sidang tugas akhir adalah ketika dosen penguji menatap matamu dan bertanya tajam: "Lalu, apa kebaruan (novelty) dari penelitian kamu ini dibandingkan penelitian sebelumnya?"

Banyak mahasiswa yang langsung berkeringat dingin, merasa penelitiannya hanya hasil modifikasi dari jurnal-jurnal lama, dan takut dianggap melakukan plagiasi ide. Padahal, kamu tidak perlu panik.

Beban untuk menemukan sebuah "kebaruan" dalam dunia akademik itu sangat berbeda antara jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3). Kamu tidak dituntut untuk menemukan rumus baru sekelas Albert Einstein jika kamu baru di jenjang S1.

Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!

Agar kamu bisa menjawab pertanyaan dosen penguji dengan percaya diri dan logis, mari bedah perbedaan tingkat kebaruan (novelty) tugas akhir berdasarkan jenjangnya.

1. Skripsi S1 (Sarjana): Level Penerapan dan Replikasi

Bagi mahasiswa S1, tujuan utama pembuatan skripsi adalah untuk membuktikan bahwa kamu bisa melakukan penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah ilmiah yang benar.

Pada level ini, kebaruan (novelty) yang bersifat penemuan teori baru tidak diwajibkan. Kebaruan pada skripsi tingkat S1 biasanya bersifat teknis dan administratif. Kamu diperbolehkan melakukan replikasi (mengulang) penelitian terdahulu, asalkan ada modifikasi ringan.

  • Bentuk Kebaruan S1:
    • Beda Objek/Lokasi: Penelitian terdahulu meneliti kinerja karyawan di Bank X, kamu menelitinya di Rumah Sakit Y.
    • Beda Waktu: Penelitian sebelumnya menggunakan data keuangan tahun 2015-2019, kamu memperbaruinya menggunakan data 2020-2025 yang mencakup fenomena pasca-pandemi.
    • Penambahan/Pengurangan Variabel: Menambahkan satu variabel baru yang relevan dengan kondisi objek penelitianmu saat ini.
  • Cara Menjawab Dosen: "Kebaruan penelitian saya terletak pada pembaruan rentang waktu data dan perbedaan karakteristik objek penelitian, Pak/Bu. Sehingga penelitian ini menguji apakah teori X masih relevan jika diterapkan pada kondisi Y saat ini."

2. Tesis S2 (Magister): Level Pengembangan dan Inovasi

Ketika kamu naik ke level S2, tuntutannya berubah. Tesis tidak bisa sekadar memindahkan lokasi penelitian seperti skripsi. Lulusan Magister dituntut untuk bisa mengembangkan ilmu yang sudah ada.

Di level ini, dosen akan mencari Research Gap (celah penelitian). Kamu harus bisa menunjukkan inkonsistensi dari penelitian-penelitian sebelumnya dan mencoba mencari benang merahnya.

  • Bentuk Kebaruan S2:
    • Penggabungan Teori: Menggabungkan dua model atau teori dari disiplin ilmu yang sedikit berbeda untuk melihat fenomena dari sudut pandang baru.
    • Metodologi yang Lebih Kompleks: Jika penelitian terdahulu menggunakan analisis regresi linier biasa, kamu menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menganalisis variabel intervening/moderating secara lebih mendalam.
    • Resolusi Konflik Data: Meneliti ulang fenomena yang hasil penelitian terdahulunya saling bertolak belakang, lalu kamu datang membawa variabel penengah.
  • Cara Menjawab Dosen: "Novelty tesis saya ada pada pengembangan model penelitian sebelumnya dengan memasukkan variabel moderasi Z. Hal ini untuk mengisi celah (gap) dari temuan peneliti A dan peneliti B yang hasilnya kontradiktif."

3. Disertasi S3 (Doktor): Level Penemuan (The Real Novelty)

Inilah arena di mana kata Novelty (kebaruan) benar-benar diuji secara mutlak. Syarat utama kelulusan S3 adalah mahasiswa harus menemukan atau menciptakan sesuatu yang baru (invention) dan memberikan kontribusi orisinal pada cabang ilmunya.

Disertasi bukan sekadar merangkum atau menguji, melainkan menciptakan pengetahuan baru yang belum pernah ditulis oleh siapa pun di dunia ini.

  • Bentuk Kebaruan S3:
    • Menciptakan Teori/Model Baru: Kamu menemukan sebuah variabel baru atau model kerangka berpikir yang bisa dinamai dengan namamu sendiri.
    • Membantah Teori Lama: Menemukan bukti empiris kuat yang merevisi atau mematahkan teori mapan yang selama ini digunakan.
    • Menciptakan Instrumen/Alat Ukur Baru: Mendesain metode atau alat ukur baru yang lebih akurat dan efisien dibandingkan metode standar yang ada saat ini.
  • Cara Menjawab Dosen: "Disertasi ini menawarkan novelty berupa konstruksi model teoritis baru terkait [Sebutkan Temuan], yang secara signifikan merevisi pendekatan konvensional yang selama ini digunakan oleh [Sebutkan Teori Lama]."

Kesimpulan

Jangan sampai kamu salah memosisikan diri. Jika kamu mahasiswa S1 dan dosen menanyakan novelty, jangan overthinking harus menciptakan teori baru. Sebutkan saja perbedaan spesifik objek, subjek, atau waktu yang membuat penelitianmu berbeda secara konteks dari jurnal rujukan utamamu.

Intinya:

  • S1: Menguji dan menerapkan teori (Beda tempat/waktu).
  • S2: Mengembangkan dan memadukan teori (Mengisi celah penelitian).
  • S3: Menemukan dan menciptakan teori (Kontribusi orisinal/mutlak).

Sekarang, kamu sedang menyusun tugas akhir di jenjang yang mana, dan apakah kamu sudah menemukan celah pembeda dari jurnal rujukan utamamu?

Baca juga: Mahasiswa Itera Lampung Diam-diam Rekam Teman Cewek Tanpa Busana: "Sehari Bisa Dua Kali", Pelaku Diinterogasi Warga!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150