Berita

17 Jam Tersesat di Gunung, 2 Warga Ini Tolak Jawab Panggilan Tim SAR Gegara Percaya Mitos Hantu!

Muhammad Fatich Nur Fadli 14 Agustus 2026 | 17:20:56

Zona MahasiswaDua warga di Beijing, China, harus bertahan lebih dari 30 jam di kawasan pegunungan setelah tersesat ketika mencari tanaman obat.

Proses penyelamatan mereka berlangsung lebih lama karena keduanya tidak menjawab panggilan petugas. Mereka mengaku takut merespons karena mempercayai pantangan lama tentang suara yang memanggil nama seseorang di pegunungan.

Baca juga: Viral Aksi Baca Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Periksa Penyelenggara dan Newport

Pergi Mencari Tanaman Obat

Peristiwa ini dialami seorang pria berusia 73 tahun dan perempuan berusia 58 tahun. Keduanya merupakan warga setempat yang bertetangga dan kerap mencari tanaman obat bersama.

Pada 29 Juli 2026 sekitar pukul 05.30 waktu setempat, keduanya memasuki kawasan pegunungan liar di Liulimiao, Distrik Huairou, Beijing.

Keduanya diketahui mengalami penurunan kemampuan pendengaran. Mereka juga tidak membawa ponsel karena kawasan tersebut tidak memiliki jaringan komunikasi.

Selain itu, mereka tidak membawa persediaan makanan dan air minum yang memadai. Kondisi tersebut membuat situasi semakin berbahaya ketika keduanya kehilangan arah dan tidak kunjung pulang.

Tim Penyelamat Mencari Sepanjang Malam

Biro Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Distrik Huairou menerima laporan pada pukul 21.06. Saat itu, kedua warga tersebut diperkirakan telah kehilangan kontak selama sekitar 16 jam.

Petugas pemadam kemudian melakukan pencarian bersama polisi dan warga yang memahami kondisi pegunungan setempat.

Pencarian berlangsung sepanjang malam dalam kondisi medan yang curam, licin, dipenuhi tumbuhan lebat, dan memiliki jarak pandang terbatas.

Tim penyelamat berkali-kali meneriakkan nama kedua warga tersebut. Namun, tidak ada jawaban yang dapat membantu petugas memastikan posisi mereka.

Takut Menjawab karena Mempercayai Pantangan

Setelah ditemukan, keduanya mengaku sebenarnya sempat mendengar tim penyelamat memanggil nama mereka.

Namun, mereka tidak berani menjawab karena mempercayai pantangan lama yang menyebut seseorang tidak boleh merespons ketika namanya dipanggil di pegunungan. Mereka juga meyakini orang yang tersesat tidak boleh mengatakan bahwa dirinya sedang lapar atau haus.

Dalam sejumlah cerita rakyat China, suara di pegunungan dipercaya dapat berasal dari roh yang meniru suara manusia untuk membuat seseorang semakin tersesat.

Karena kepercayaan tersebut, kedua warga memilih tetap diam dan beberapa kali bergerak menjauhi arah suara. Hal itu membuat mereka dan tim penyelamat berulang kali gagal bertemu meskipun sempat berada di area yang berdekatan.

Ditemukan dalam Kondisi Sangat Kelelahan

Setelah sekitar 17 jam melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan keduanya di bagian gunung yang tidak berpenghuni pada 30 Juli pukul 16.48.

Mereka ditemukan dalam kondisi sangat kelelahan setelah lebih dari 30 jam tidak membawa makanan dan air minum. Meski demikian, tidak ditemukan luka yang terlihat pada keduanya.

Petugas segera memberikan makanan dan minuman sebelum mendampingi mereka menuruni gunung. Keduanya berhasil tiba dengan selamat di kaki gunung sekitar pukul 19.16.

Warga Diminta Mengutamakan Keselamatan

Setelah kejadian tersebut, petugas pemadam Huairou mengingatkan masyarakat (terutama warga lanjut usia) agar tidak memasuki kawasan pegunungan sendirian.

Masyarakat juga diminta membawa perlengkapan keselamatan, menginformasikan rencana perjalanan kepada keluarga, serta mengikuti instruksi petugas ketika menghadapi keadaan darurat.

Kepercayaan dan cerita rakyat dapat menjadi bagian dari budaya masyarakat. Namun, dalam kondisi yang menyangkut keselamatan, petunjuk petugas penyelamat tetap harus menjadi prioritas.

Sobat Zona, kalau mendengar nama kalian dipanggil saat tersesat sendirian di gunung, berani menjawab atau justru ikut merasa takut?

Baca juga: Viral! MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga NU

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150