Zona Mahasiswa - Sobat Zona, karya seni dan industri perfilman memang sering kali menjadi cermin paling jujur untuk menampar realita hukum di negeri ini. Cuplikan film Ghost in Cell karya sutradara Joko Anwar mendadak viral di media sosial setelah netizen ramai-ramai membandingkan ketatnya atmosfer jeruji besi dalam film tersebut dengan bobroknya sistem pemasyarakatan kita yang baru saja terbongkar di alam nyata!
Netizen mengaitkan kedisiplinan lapas di film tersebut dengan skandal mencolok di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong. Di mana deretan "rumah dinas" berfasilitas mewah yang dihuni oleh warga binaan kasus korupsi akhirnya dibongkar paksa menggunakan alat berat.
Bikin Elus Dada! 10 Unit 'Apartemen Mewah' Dirobohkan Alat Berat
Puncak kemarahan publik meledak setelah Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyepakati pembongkaran 10 unit bangunan misterius berfasilitas mewah di area belakang Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu (30/9/2026).
Bangunan yang bentuknya mirip penginapan atau apartemen kontainer ini berdiri tanpa izin resmi, tidak tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN), dan sama sekali tidak dibiayai oleh APBN. Usut punya usut, fasilitas super nyaman ini dibangun secara swakelola sejak 2021 hingga 2025 dan justru diisi oleh sejumlah warga binaan kasus korupsi kakap.
Fasilitas bak Resort: Ada Rencana Golf Simulator Sampai Tanpa Kawat Berduri
Skandal ini pertama kali dibongkar oleh Ombudsman RI setelah mereka sempat dua kali ditolak masuk oleh petugas lapas saat hendak melakukan pengawasan. Tak hilang akal, pengawasan dialihkan ke area luar belakang lapas, dan hasilnya bikin elus dada!
Di dalam "rumah dinas" ilegal tersebut, Ombudsman menemukan penyejuk udara (AC), televisi, kulkas, sofa empuk, meja makan, bahkan rencana pembangunan simulator golf yang sudah memasuki tahap pemasangan karpet. Lebih gilanya lagi, kawasan tersebut tidak dilengkapi kawat berduri layaknya lapas pada umumnya, sehingga memungkinkan akses langsung ke lingkungan perumahan luar.
Sejumlah nama narapidana korupsi kakap diduga menikmati fasilitas kelas atas ini, termasuk terpidana kasus korupsi tata niaga timah Ahmad Albani dan Hasan Tjhie. Sementara deretan nama besar lain seperti Ferdy Sambo, Harvey Moeis, hingga Surya Darmadi juga tercatat sedang menjalani masa hukuman di lapas tersebut.
Ajaib! Barang Mewah Mendadak Raib Pasca-Sidak, Pungli Cekik Keluarga Napi
Ironisnya, saat Menteri Imipas Agus Andrianto melakukan inspeksi mendadak pada 25 September 2026, terjadi hal ajaib di mana seluruh fasilitas mewah seperti AC, TV, hingga barang pribadi mendadak raib dan ruangannya berubah kosong melompong.
Tak cuma urusan fasilitas mewah koruptor, Ombudsman juga membongkar borok pungutan liar (pungli) yang mencekik masyarakat. Di Lapas Cibinong, keluarga warga binaan diperas hingga Rp150.000 per minggu hanya untuk biaya kunjungan. Bahkan di Rutan Pondok Bambu, beredar tarif Rp500.000 untuk pindah kamar dan Rp250 juta sekali bayar cuma demi bisa memasukkan ponsel!
Pihak Kemenimipas kini telah menonaktifkan lima pejabat teras Lapas Cibinong, termasuk sang Kalapas Wisnu Hani Putranto, KPLP, Kasi Kamtib, Kasi Binapik, dan Kaur Umum. Namun, para pengamat menilai pencopotan jabatan tidak akan pernah cukup selama masalah sistemik seperti kelebihan kapasitas (Lapas Cibinong berkapasitas 845 orang tapi diisi 1.827 orang) dan mentalitas oknum pejabat lapas tidak dibenahi secara menyeluruh.
Penjara Harus Jadi Tempat Bertaubat, Bukan Hotel Bintang Lima!
Sobat Zona, fenomena viralnya cuplikan Ghost in Cell adalah bentuk sindiran satire masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Sangat tidak adil ketika rakyat kecil harus berdesakan di sel sempit, sementara para perampok uang negara bisa bernapas lega di dalam apartemen mewah dengan fasilitas lengkap.
Jika penanganan kasus hanya berhenti pada penonaktifan pejabat tanpa perbaikan sistemik yang transparan, praktik "penjara rasa hotel" dan pungli di lingkungan pemasyarakatan akan terus berulang. Hukum tidak boleh kalah oleh uang dan kekuasaan!
Baca juga: Mahasiswa PTN Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Kos, Sempat Meringis Kesakitan
Komentar
0

