Zona Mahasiswa - Sobat Zona, pernah nggak kepikiran kalau nama sebuah produk yang terdengar biasa saja di negara asalnya justru bisa punya arti sangat berbeda ketika sampai di Indonesia?
Hal inilah yang pernah dialami kontool, sebuah perangkat lunak bisnis asal Jerman yang mendadak viral dan diserbu warganet Indonesia pada 2019.
Bukan karena teknologi canggih yang mereka tawarkan, bukan juga karena sedang memberikan promo besar-besaran.
Penyebabnya justru datang dari sesuatu yang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya: nama produknya sendiri.
Bagi masyarakat Jerman, “kontool” merupakan nama yang masuk akal untuk sebuah software keuangan. Namun, ketika dibaca oleh orang Indonesia, bunyinya sangat mirip dengan sebuah kata vulgar untuk menyebut alat kelamin laki-laki.
Dan ternyata, perusahaan di balik kontool awalnya sama sekali tidak menyadari hal tersebut.
Awalnya Cuma Nama Software Keuangan
Kontool sebenarnya bukan perusahaan dengan bisnis yang aneh-aneh.
Produk tersebut dikembangkan oleh perusahaan Jerman kantiko GmbH dan digunakan untuk membantu perusahaan maupun konsultan pajak dalam membaca, menganalisis, dan merencanakan kondisi keuangan bisnis.
Situs resminya saat ini menjelaskan kontool sebagai perangkat lunak untuk pengendalian dan manajemen perusahaan.
Melalui software tersebut, pengguna dapat melihat berbagai indikator bisnis, melakukan analisis biaya, perencanaan keuangan, hingga memvisualisasikan data agar lebih mudah digunakan untuk mengambil keputusan.
Jadi dari sisi produk, sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan makna yang dibayangkan warganet Indonesia.
Masalahnya baru muncul ketika nama tersebut menyeberang lintas bahasa.
Ternyata Gabungan Kata “Konto” dan “Tool”
Lalu sebenarnya dari mana nama kontool berasal?
Salah satu pendiri perusahaan, Mirko Behnken, pernah menjelaskan kepada Deutsche Welle bahwa timnya memang sengaja mencari nama yang berhubungan dengan software dan akuntansi.
Mereka kemudian memilih kombinasi dua kata.
“Konto” dalam bahasa Jerman berarti rekening atau akun.
Sementara “tool” dalam bahasa Inggris berarti alat.
Jika digabungkan, nama kontool kurang lebih dimaksudkan sebagai alat untuk membantu mengelola dan menganalisis akun atau data keuangan.
Yang menarik, perusahaan ternyata sudah melakukan riset nama sebelum menggunakannya.
Menurut Behnken, mereka mengecek nama tersebut dalam bahasa Jerman, Inggris, dan Prancis.
Sayangnya, bahasa Indonesia tidak termasuk dalam riset tersebut.
“Kami tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kami akan berkomunikasi dengan pasar dari Indonesia.”
Begitulah penjelasan Behnken ketika namanya tiba-tiba viral di Indonesia.
Mendadak Diserbu Warganet Indonesia
Pada akhir Agustus hingga awal September 2019, akun media sosial kontool mendadak mendapat perhatian luar biasa dari Indonesia.
Warganet berdatangan ke Facebook dan media sosial mereka, sebagian besar karena menganggap nama tersebut lucu ketika dibaca menggunakan pelafalan bahasa Indonesia.
Responsnya begitu besar hingga pihak kontool akhirnya menyadari apa arti bunyi nama mereka bagi orang Indonesia.
Dalam pernyataan melalui Facebook yang kemudian diberitakan sejumlah media, kontool menyampaikan salam kepada masyarakat Indonesia sekaligus menjelaskan asal-usul nama mereka.
Mereka mengatakan baru mengetahui makna yang diasosiasikan warganet Indonesia terhadap nama kontool setelah produknya mendadak viral.
Respons warganet pun cukup besar.
Dalam laporan Deutsche Welle pada September 2019, salah satu unggahan kontool saat itu memperoleh sekitar 2.300 reaksi, lebih dari 1.300 komentar, dan dibagikan lebih dari 1.600 kali.
Bagi sebuah software bisnis Jerman yang sebelumnya tidak menargetkan pasar Indonesia, perhatian tersebut tentu datang secara sangat tidak terduga.
Bukannya Marah, Mereka Malah Ikut Bercanda
Menariknya, kontool tidak merespons fenomena tersebut dengan marah atau menutup kolom komentar.
Perusahaan justru melihatnya sebagai perhatian positif.
Behnken bahkan mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa mereka senang berada dalam “gelombang viral” tersebut.
Melalui unggahan Facebook, pihak kontool juga sempat bercanda bahwa apabila suatu hari memasuki pasar Indonesia, kemungkinan mereka perlu mencari nama baru.
Namun, mereka mengatakan prioritas saat itu adalah “menaklukkan pasar Jerman” terlebih dahulu.
Bahkan, momentum tersebut sempat dimanfaatkan perusahaan dengan membuat merchandise bertema kontool untuk merespons antusiasme warganet Indonesia.
Alih-alih berubah menjadi krisis merek, kejadian itu justru memberikan publisitas gratis kepada software yang sebelumnya mungkin tidak pernah diketahui sebagian besar orang Indonesia.
Sampai Sekarang Namanya Tetap Kontool
Meski pada 2019 sempat bergurau mengenai kemungkinan mengganti nama apabila masuk ke pasar Indonesia, perusahaan ternyata tidak menghapus nama kontool secara global.
Hingga kini, situs resminya masih menggunakan nama tersebut.
Bahkan lini produknya semakin beragam, mulai dari kontool, kontool pro, kontool konsis, kontool k360, hingga kontool connect. Situs tersebut juga masih mencantumkan kantiko GmbH sebagai perusahaan di balik produknya.
Artinya, viralnya nama tersebut di Indonesia tidak membuat perusahaan meninggalkan brand yang telah mereka bangun.
Jadi Contoh Pentingnya Riset Nama Brand Lintas Negara
Sobat Zona, fenomena kontool mungkin terdengar seperti cerita lucu internet.
Namun dari sudut pandang bisnis, kasus ini menunjukkan satu hal penting: sebuah nama brand yang aman dan masuk akal di satu negara belum tentu memiliki makna yang sama di negara lain.
Perbedaan bahasa, pelafalan, slang, hingga budaya dapat membuat sebuah nama memiliki asosiasi yang sama sekali tidak direncanakan oleh perusahaan.
Kontool bahkan sudah mengecek namanya dalam beberapa bahasa sebelum diluncurkan. Namun karena Indonesia awalnya bukan pasar yang mereka bayangkan, arti nama tersebut dalam bahasa Indonesia luput dari pemeriksaan.
Untungnya, kontool merespons fenomena tersebut dengan humor sehingga perhatian warganet tidak berkembang menjadi masalah reputasi yang serius.
Dari software akuntansi yang mungkin hanya dikenal kalangan bisnis di Jerman, nama kontool justru mendadak dikenal ribuan warganet Indonesia gara-gara satu perbedaan bahasa yang sama sekali tidak mereka perkirakan.
Kalau kalian jadi pemilik perusahaan ini, Sobat Zona, bakal tetap mempertahankan nama kontool atau menggantinya khusus untuk pasar Indonesia?
Baca juga: Mahasiswa PTN Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Kos, Sempat Meringis Kesakitan
Komentar
0

