Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kisah seorang pria bernama Januar Syahri, yang dikenal sebagai Musa dalam konten media sosial, pernah menyita perhatian publik pada akhir 2023.
Pria tersebut menjadi viral setelah ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan dan kemudian muncul dalam kanal YouTube CepDen. Dalam percakapan yang beredar, Musa menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari karier di lingkungan kejaksaan, konflik rumah tangga, hingga persoalan finansial yang menurut pengakuannya membuat kehidupannya berubah drastis.
Salah satu pernyataan yang paling banyak diperbincangkan adalah klaim Musa bahwa seorang perempuan yang disebut sebagai istri sirinya pernah meminta nafkah hingga Rp1 miliar per bulan.
Namun, kisah tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Sebagian besar cerita mengenai persoalan keuangan dan sang istri berasal dari pengakuan Musa sendiri dalam video, bukan hasil putusan pengadilan atau dokumen resmi yang membuktikan bahwa istrinya benar-benar mengambil seluruh hartanya.
Pernah Berkarier di Lingkungan Kejaksaan
Sebelum kisahnya viral, Januar Syahri disebut memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di lingkungan kejaksaan.
Dalam sejumlah pemberitaan berdasarkan keterangan keluarganya, Januar pernah bertugas di Kejaksaan Negeri Baturaja, Sumatera Selatan, sebelum dipindahkan ke Kejaksaan Negeri Cirebon, Jawa Barat, pada 2014.
Ayahnya, Sarunil, pada 2023 bahkan mengatakan Januar masih berstatus sebagai jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Cirebon. Karena itu, penyebutan dirinya sebagai “mantan jaksa” yang banyak digunakan di media sosial belum tentu menggambarkan status kepegawaiannya saat kisah tersebut viral.
Dalam percakapannya bersama CepDen, Musa juga menceritakan bahwa dirinya pernah bekerja di berbagai wilayah dan menangani perkara sebagai jaksa.
Ia mengaku pernah memperoleh gaji sekitar belasan juta rupiah per bulan setelah bertugas di Jawa Barat.
Namun, ketika membicarakan pendapatannya, Musa juga menyinggung adanya pemasukan lain di luar angka gaji tersebut. Detail mengenai asal-usul maupun besarnya pemasukan itu tidak dapat diverifikasi hanya dari percakapan dalam video.
Mengaku Istri Siri Minta Rp1 Miliar Per Bulan
Bagian yang kemudian membuat cerita Musa viral adalah pengakuannya mengenai hubungan dengan seorang perempuan yang disebut sebagai istri siri.
Musa mengatakan perempuan tersebut memiliki banyak relasi dan bekerja sebagai pemborong. Hubungan tersebut disebut berlangsung ketika Musa telah memiliki keluarga sebelumnya.
Menurut pengakuan Musa, perempuan itu meminta pemberian uang dalam jumlah sangat besar.
Saat ditanya mengenai kehidupan finansialnya, Musa mengatakan dirinya pernah berencana memberikan sekitar Rp100 juta, tetapi kemudian menuturkan bahwa sang istri meminta hingga Rp1 miliar setiap bulan.
Dalam video yang kemudian dikutip berbagai media, Musa juga menyampaikan penyesalannya dengan mengatakan dirinya merasa “salah pilih ibu rumah tangga.”
Musa kemudian mengklaim hartanya ikut terbawa dan perempuan tersebut berada di Bali.
Namun, penting dicatat bahwa belum ditemukan dokumen hukum atau keterangan pihak kedua yang membuktikan seluruh tuduhan mengenai uang dan harta tersebut.
Karena itu, pernyataan mengenai “harta dikuras istri” sebaiknya dipahami sebagai versi cerita Musa, bukan fakta hukum yang telah terbukti.
Kondisinya Memburuk setelah Masalah Rumah Tangga
Narasi yang beredar di media sosial banyak menyebut Musa mengalami gangguan kejiwaan “gara-gara istri siri”. Namun, keterangan keluarganya menggambarkan perjalanan yang lebih kompleks.
Ayah Musa mengatakan bahwa setelah pindah ke Cirebon sekitar 2014, kehidupan rumah tangganya mulai mengalami masalah sekitar 2015–2016.
Menurut keluarga, pada periode tersebut Musa mengalami keretakan rumah tangga dan kesulitan bertemu dengan anaknya. Keluarga kemudian mulai melihat perubahan pada kondisi psikologisnya.
Pada pertengahan 2016, Januar disebut meninggalkan keluarga dan keberadaannya sempat tidak diketahui dalam waktu lama.
Karena itu, terlalu sederhana apabila kondisi kesehatan mental Musa dikaitkan hanya dengan satu orang atau satu persoalan keuangan.
Gangguan kesehatan mental dapat dipengaruhi banyak faktor dan membutuhkan pemeriksaan profesional untuk menentukan penyebab maupun diagnosisnya.
Sempat Hilang Bertahun-tahun hingga Ditemukan lewat YouTube
Keluarga mengaku sempat kehilangan kontak dengan Januar selama bertahun-tahun.
Menurut keterangan keluarganya, mereka akhirnya memperoleh informasi tentang keberadaan Januar sekitar November 2023 setelah melihat video dari kanal YouTube CepDen yang menampilkan seorang pria bernama Musa di kawasan Cikampek.
Pria dalam video tersebut kemudian dikenali keluarga sebagai Januar Syahri.
Pada 5 Desember 2023, Januar dievakuasi dengan bantuan konten kreator CepDen, petugas sosial, dan kepolisian untuk mendapatkan perawatan di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi, Bogor.
Pihak keluarga kemudian ikut membantu mengurus administrasi dan proses pengobatannya.
Sejumlah pemberitaan pada saat itu juga menyebut keluarga berharap Januar dapat kembali pulih dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik.
Bukan Sekadar Kisah “Salah Pilih Istri”
Sobat Zona, cerita Musa memang terdengar dramatis ketika hanya dirangkum menjadi “jaksa kaya yang hidupnya hancur karena salah memilih pasangan”.
Namun, fakta yang tersedia menunjukkan kisah yang jauh lebih kompleks.
Ada persoalan rumah tangga, perpisahan dengan keluarga, kondisi kesehatan mental, hilangnya kontak selama bertahun-tahun, hingga klaim persoalan keuangan yang sebagian besar berasal dari penuturan Musa sendiri.
Yang jelas, tidak tepat menyimpulkan seseorang mengalami gangguan jiwa semata-mata karena pasangannya, terlebih tanpa keterangan medis yang mendukung hubungan sebab-akibat tersebut.
Begitu pula klaim Rp1 miliar per bulan. Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa angka tersebut merupakan jumlah yang menurut Musa diminta oleh perempuan yang disebut sebagai istri sirinya, bukan bukti bahwa Rp1 miliar benar-benar hilang setiap bulan.
Kisah Januar Syahri pada akhirnya bukan hanya tentang uang atau konflik pasangan, tetapi juga memperlihatkan pentingnya dukungan keluarga, penanganan kesehatan mental yang tepat, serta kehati-hatian saat menyebarkan cerita seseorang yang sedang berada dalam kondisi rentan.
Sobat Zona, menurut kalian, bagaimana media seharusnya menceritakan kisah orang yang sedang mengalami gangguan kesehatan mental tanpa mengeksploitasi kondisinya?
Baca juga: Mahasiswa PTN Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Kos, Sempat Meringis Kesakitan
Komentar
0

