Fakta

Stereotip Mahasiswa Semester Akhir Jadi Korban Ghosting Dospem, Benar Nggak tuh?

Nisrina Salsabila 13 Maret 2022 | 11:28:04

zonamahasiswa.id - Halo, Sobat Zona. Sebagai mahasiswa semester akhir, pasti banyak yang akan dikerjakan. Mulai dari magang, KKN, hingga yang terakhir adalah penyusunan skripsi. Tugas akhir satu ini seringkali menjadi momok bagi mahasiswa.

Selain dituntut harus menyelesaikannya dengan tepat waktu, mahasiswa juga sering mengalami kesulitan lainnya. Salah satunya yakni sering menjadi korban ghosting alias nggak ada kabar apapun dari dosen. Nggak hanya itu saja, banyak kendala lain atau anggapan yang melekat dalam diri mahasiswa semester akhir. Nah, kalau mau tahu apa saja. Langsung cek ulasan berikut ya.

Baca Juga: 5 Etika Mahasiswa Menghubungi Dosen, Jangan Sampai Salah

Korban Ghosting Dospem

Ilustrasi jadi korban ghosting dospem (Foto: Popmama)

Siapa nih yang merasa jadi korban ghosting dosen pembimbing? Pasti banyak dari kalian yang merasa seperti itu. Namun ternyata nggak selamanya dosen seperti yang kalian pikirkan. Sebab, masih banyak dosen pembimbing lainnya yang berbaik hati dan bersabar dalam setiap proses penyusunan skripsi mahasiswanya.

Meskipun menjadi korban ghosting, kalian pun harus memahami setiap kesibukan yang beliau miliki. Tugas hingga kesibukan dosen itu sangat menyita waktu mereka, jadi pertimbangkan juga ya mengenai hal ini.

Bila ingin melaksanakan bimbingan skripsi, saran Mimin sih menghubungi beliau jauh-jauh hari dan mempersiapkan materi yang akan dikonsultasikan. Jangan sampai menghubungi beliau dengan mendadak sehingga pada hari H dospem akan menghilang secara tiba-tiba karena kesibukan lainnya.

Selalu Terbawa Suasana

Ilustrasi baper alias terbawa suasana (Foto: Fimela)

Nah, stereotip selanjutnya yang seringkali dihadapi mahasiswa semester akhir adalah terbawa suasana karena pertanyaan klasik. Dalam hal ini, nggak sedikit orang lain akan menanyakan seputar progres penyusunan skripsi. Pertanyaan tersebut ternyata membuat banyak mahasiswa menjadi baper berkepanjangan hingga overthinking karena memikirkan skripsi.

Apalagi pertanyaan mengenai kapan akan sidang skripsi hingga wisuda selalu terngiang-ngiang dalam otak mahasiswa semester akhir. Benar nggak tuh?

Rasanya anggapan yang satu ini memang benar adanya, namun ada pula mahasiswa yang bersikap cuek dan nggak peduli tentang pertanyaan tersebut. Memang sebaiknya seperti ini, sebab orang lain nggak akan tahu progres apa yang sudah kalian kerjakan. Sebagai pengingat, Sobat Zona juga harus mempunyai target untuk selesai mengerjakan skripsi dan wisuda.

Merasa Ditinggal Teman Seperjuangan

Ilustrasi teman seperjuangan (Foto: Hipwee)

Stereotip terakhir ini pasti dirasakan setiap mahasiswa semester akhir yakni merasa ditinggal oleh teman sendiri. Mungkin teman tersebut mempunyai progres yang sangat cepat dalam pengerjaan skripsi sehingga mereka cepat lulus dan langsung wisuda.

Nah, sebagai teman dekatnya pasti merasa iri bahkan sampai nggak tahu harus bagaimana ketika ditinggal sahabatnya. Meskipun anggapan ini benar adanya, namun masih banyak pula mahasiswa yang tak terkecoh dengan hal tersebut.

Kebanyakan dari mereka yang nggak merasakan seperti itu, akan mengejar ketertinggalannya sehingga segera menyusul teman yang sudah lulus. Jadi, tetap semangat ya walaupun merasa ditinggal teman seperjuangan, pasti kalian bisa mengejar mereka yang telah wisuda dan lulus kuliah.

Stereotip Mahasiswa Semester Akhir Jadi Korban Ghosting Dospem, Benar Nggak tuh?

Itulah ulasan Mimin mengenai stereotip atau anggapan terhadap mahasiswa semester akhir yang katanya sering menjadi korban ghosting dosen pembimbing.

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Sobat Zona. Jangan lupa untuk terus mengikuti berita seputar mahasiswa dan dunia perkuliahan, serta aktifkan selalu notifikasinya. Sampai jumpa.

Baca Juga: Sederet Hal yang Meresahkan Mahasiswa Semester 6, Mitos atau Fakta?

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150