Berita

Hotman Paris: BEM SI Perlu Belajar dari Aktivis 98

Nisrina Salsabila 17 April 2022 | 14:24:21

zonamahasiswa.id - Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Kaharuddin berpendapat mengenai sejumlah tuntutan yang mewarnai demo besar-besaran 11 April 2022 lalu.

Dalam opininya melalui acara televisi Hot Room Metro TV bersama Hotman Paris, ia mengajukan beberapa pertanyaan hingga menyinggung mengenai Undang-Undang (UU) tentang Ibu Kota Negara (IKN).

Baca Juga: Curhatan Calon Maba Gagal Ujian PTN hingga Dicibir Ayahnya: Gitu Aja Ga Lolos

Tanggapan Kaharuddin Koordinator BEM SI

Kaharuddin menyampaikan opini tentang UU IKN yang menurutnya perlu dikaji ulang mengenai dampaknya, seperti sosil-ekologi atau dalam sektor perekonomian. Ia berpendapat IKN dapat ditunda terlebih dahulu karena anggaran APBN bisa digunakan untuk kebutuhan mendasar rakyat.

Melalui ini, Hotman Paris menyamber dengan sejumlah pertanyaan perihal janji Presiden Jokowi yang belum dipenuhi sesuai dengan tuntutan mahasiswa beberapa waktu lalu. Lantas, Kaharuddin menjelaskan mahasiswa menuntut Presiden Jokowi untuk tidak berfokus pada pesta demokrasi Pemilu 2024 yang akan datang. Melainkan juga fokus dengan persoalan kesejahteraan yang sesuai dengan visi dan misi.

Sementara itu, Koordinator BEM SI itu sempat mengungkit perihal orde lama dan orde baru. Dalam dialognya, ia menyebut pada masa orde lama memang memperoleh kebebasan tapi tidak dengan kesejahteraan. Sedangkan menurutnya pada orde baru, kebebasan dan kesejahteraan didapatkan oleh masyarakat.

"Misalkan di orde lama, kita peroleh kebebasan tapi tidak kesejahteraan. Orde baru kita peroleh yang namanya kebebasan, kesejahteraan kita punya. Hari ini yang kita ingin pertanyakan adalah apakah kita peroleh kesejahteraan? Apakah kita peroleh kebebasan?" tuturnya.

Pernyataan tersebut kembali ia tegaskan dengan kalimat kebebasan yang belum didapatkan rakyat saat ini. Mengenai ini, Hotman Paris kembali menegaskan janji kampanye mahasiswa yang menuntut kebebasan serta kesejahteraan saja.

Anggota Komisi XI DPR RI Masinton Pasaribu memberikan pendapat lain tentang pernyataan Koordinator Pusat BEM SI tersebut. Ia menututurkan bahwa orde baru tidak ada kebebasan dan hanya ada kesejahteraan yang semu.

"Orde baru tidak ada yang namanya kebebasan. Kesejahteraan ya semu. Teman-teman mahasiswa juga harus objektif karena kebebasan tidak ada dalam masa orde baru, makanya kami dan teman-teman tahun 97 98 menentang itu, memperjuangkan adanya demokrasi," ungkap Masinton.

Dalam acara tersebut, Masinton Pasaribu memberikan sejumlah pendapatnya yang berkaitan dengan kilas balik pada masa orde baru. Mendengar penjelasan tersebut, Hotman Paris pun menyarankan mahasiswa untuk belajar kembali pada para seniornya atau mahasiswa yang tergabung dalam aktivis 98.

"Jadi kayaknya para mahasiswa perlu belajar dari seniornya aktivis 98," jelas Hotman.

Hotman Paris: BEM SI Perlu Belajar dari Aktivis 98

Itulah ulasan mengenai Koordinator BEM SI yang menghadiri sebuah acara televisi dengan Hotman Paris yang menyarankan untuk para mahasiswa agar belajar pada aktivis 98.

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Sobat Zona. Jangan lupa untuk terus mengikuti berita seputar mahasiswa dan dunia perkuliahan, serta aktifkan selalu notifikasinya.

Baca Juga: Identitas Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB Terungkap, Diduga Cemburu Berat

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150